PONOROGO – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 5 Ponorogo resmi membuka gelaran akbar Gebyar Madrasah (GEMA) IV pada hari ini. Acara tahunan yang dinantikan ini berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai potensi bakat siswa melalui pertunjukan seni dan ketangkasan yang memukau.

​Pembukaan diawali dengan apel meriah yang dihadiri oleh kepala sekolah/madrasah, guru, serta ratusan peserta lomba dari berbagai Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kutho Kulon.(Senin, 19/1/2026)

​Sorotan utama dalam pembukaan kali ini adalah rangkaian penampilan dari ekstrakurikuler unggulan MTsN 5 Ponorogo yang berhasil menghipnotis penonton. Gita Bahana Menjadi pembuka suasana dengan dentuman perkusi yang enerjik dan harmonisasi tiupan terompet, mengiringi defile peserta dengan gagah. Tari reog Krida Wiyata Sebagai wujud pelestarian budaya lokal, penampilan Reog persembahan siswa MTsN 5 Ponorogo tampil atraktif. Kehadiran dadak merak dan tari jathilan menambah kekhidmatan acara di bumi . pencak silat attraksi jurus tunggal dan ganda yang ditampilkan menunjukkan kedisiplinan dan kekuatan fisik siswa, sekaligus mempertegas identitas madrasah dalam menjaga warisan bela diri nusantara. Simaphore dance penampilan modern yang memadukan ketangkasan kepramukaan dengan ritme tarian kontemporer. Gerakan bendera yang serempak menciptakan pola visual yang indah dan penuh semangat patriotisme.

​Kepala MTsN 5 Ponorogo dalam sambutannya menyampaikan bahwa GEMA IV bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah untuk menggali potensi generasi muda sekaligus mengenalkan lingkungan madrasah yang religius dan inovatif.​

“GEMA IV adalah bukti bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki kreativitas tanpa batas dalam seni dan olahraga,” ungkap beliau saat membuka acara secara simbolis.

​Kegiatan GEMA IV ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan agenda berbagai cabang lomba, mulai dari Volly Ball, Tahfidz, Pramuka.

Semarak Pembukaan GEMA IV 2026 MTsN 5 Ponorogo: Padukan Kreativitas Siswa dan Pelestarian Budaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *