Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu ‘alaikum w.r wb.
Kami Ucapkan syukur Alhamdulillah kami panjatkan pada Allah SWT yang telah memberikan hidayah dan nikmatnya sehingga kegiatan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka MTsN 5 Ponorogo pada hari ini Sabtu tanggal 23 Juli 2022 ini berjalan lancar dan sukses. Pelaksanaan workshop ini dihadiri oleh Kasi Pendma, Pengawas Madrasah, Kepala Madrasah, dan seluruh Guru MTsN 5 Ponorogo. Tujuan dilaksanakan kegiatan workshop ini adalah untuk mengetahui dan meningkatkan pemahaman bagi bapak/ibu guru di MTsN 5 Ponorogo tentang Kurikulum Merdeka, sehingga mampu mengimplementasikannya pada pembelajaran di kelas.

Kegiatan workshop dimulai dengan acara Opening Ceremony pada pukul 07.30, yang meliputi pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, menyanyikan lagu Hymne Madrasah, sambutan-sambutan, materi inti , dan presentasi mengenai modul bahan ajar.

Bapak/Ibu guru menyanyikan lagu Indonesia Raya

Bapak Drs. Moch. Haris, M.Pd.I selaku Kepala MTsN 5 Ponorogo menyampaikan bahwa seorang guru penting mengetahui adanya kurikulum merdeka untuk menghadapi perkembangan pendidikan di Indonesia sekarang ini. Selain itu, Kasi Pendma, Bapak H. Marjuni, S.Pd . M.Pd.I yang juga hadir dalam acara hari ini menyampaikan bahwa Kurikulum Merdeka (IKM) mempersiapkan para guru menghadapi guru-guru merdeka , kurikulum merdeka ini akan dijadikan kurikulum nasional pada tahun mendatang.

Sambutan oleh Bapak Marjuni selaku Kasi Pendma Kab. Ponorogo

Dalam kegiatan ini, MTsN 5 Ponorogo mengundang Bu Rustiani Widiasih, M.Pd sebagai narasumber workshop IKM hari ini. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa yang membedakan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum sebelumnya (K-13) yakni adanya pengembangan profil pelajar Pancasila. Selain itu, alokasi waktu pada Kurikulum Merdeka lebih fleksibel dari kurikulum sebelumnya. Hal ini menjadikan guru lebih leluasa mengatur jadwal kegiatan bagi siswa. Penilaian yang digunakan juga berbeda, dimana kurikulum merdeka hanya menerapkan satu fase penilaian, yaitu fase D (umumnya setara dengan kelas VII, kelas VIII dan kelas IX SMP). Mata pelajaran Informatika yang dulunya tergolong muatan lokal, sekarang menjadi mata pelajaran yang wajib diterima siswa.

Pemaparan materi oleh Ibu Rustiani selaku narasumber

Materi yang disampaikan oleh Bu Rustiani telah disampaikan dengan sangat baik sehingga bapak dan ibu guru mudah memahami segala materi yang diberikan pada hari ini. Bapak dan ibu guru juga antusias untuk bertanya di sela-sela pemaparan materi. Di akhir kegiatan, bapak dan ibu guru mendapatkan tugas berkelompok untuk membuat Modul Proyek Profil Pelajar Pancasila yang telah diselesaikan dengan baik melalui diskusi kelompok dan presentasi.

Kami menyadari bahwa adanya perubahan kurikulum ini membawa perubahan pula pada administrasi guru serta pola pembelajaran di kelas sehingga diperlukan penyesuaian terhadap kurikulum saat ini. Akan tetapi, kami yakin bahwa Kurikulum Merdeka merupakan suatu penyempurnaan dalam dunia pendidikan sehingga kita selaku guru sudah selayaknya mengikuti dan mengimplementasikannya dengan baik.

Peserta workshop aktif bertanya selama kegiatan
Bapak/ibu guru senantiasa mengikuti workshop sampai selesai

 

Diskusi kelompok penyusunan Modul Profil Pelajar Pancasila
Presentasi hasil diskusi kelompok
Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka MTsN 5 Ponorogo Tahun 2022

Leave a Reply

Your email address will not be published.