Madrasah merupakan pusat pendidikan kedua setelah keluarga. Madrasah merupakan tempat dimana siswa menuntut ilmu dan belajar, termasuk belajar bersosial serta demokrasi. Mempelajari demokrasi tidak hanya teori saja, melainkan perl penerapan dalam kehidpan sehari-hari. Membudayakan nilai-nilai demokrasi membutuhkan prinsip kebebasan berpendapat, sikap toleran dan musyawarah. Prinsip-prinsip ini harus selalu menyertai di setiap pembelajaran pada mata pelajaran apapun.

Ssalah satu wujud belajar demokrasi di MTsN 5 Ponorogo adalah dengan menggelar pemilihan ketua OSIM untuk masa bhakti 2021/2022, dengan sistem pemilihan langsung. Acara tersebut digelar di lapangan madrasah pada Hari Kamis tanggal 18 November 2021, dengan tujuan untuk memberikan pendidikan demokrasi secara langsung tentang tata cara pemilihan kepada para siswa.

Sebelum pelaksanaan pemilihan, di adakan apel bersama. Kepala Madrasah MTsN 5 Ponorogo, Drs. Moch Haris, M. Pd.I mengatakan bahwa pemilihan ketua OSIM dan wakilnya bertujuan agar siswa mengenal proses demokrasi. Madrasah adalah tempat yang tepat untuk berlatih dan mengembangkan nilai- nilai demokrasi. Demokrasi dapat dilaksankan dalam berbagai kegiatan di madrasah.

Setelah apel diadakan menyampaikan visi dan misi dari sembilan kandidat yang terpilih. Kandidat pertama adalah Hubby Hafidzul MUfaroq dari kelas 8D, kandidat kedua Salsabila Shafa dari kelas 8D, kandidat ketiga Anandhita Putri F. dari kelas 8D, Kandidat keempat Alif Yudanuar Jannata dari kelas 8F, kandidat kelima Bekti Ilyas dari kelas 8F, kandidat keenam Salsa Lailatul Hasanah dari kelas 8F, kandidat ketujuh Bintang nala Yudistira dari kelas 8A, kandidat kedelapan adalah Muhammad Rafiqu A. dari kelas 8C dan kandidat kesembilan adalah Ahmad badarudin dari kels 8F.

Sebelum mencoblos seluruh pemilih baik dari pihak guru/karyawan dan siswa antrian dulu untuk mengisi absensi sebagai bukti keikutsertaan mereka dalam menyalurkan hak suara. Guru dilibatkan dalam hal pemilihan tersebut guna memberikn contoh kepada siswa dalam menyampaikan hak suara.

Setelah mengisi absensi seluuh pemilih mendapatkan kartu suara, yang isinya fhoto seluruh kandidat. Lalu pemilih menuju bilik suara untuk melakukan pencoblosan. Setiap pemilih hanya bisa menyalurkan satu hak pilihnya dengan mencontreng salah satu fhoto yang ada di kartu suara.

Proses pencoblosan dimulai dari pukul 08.30 dan berakhir pukul 11.00. Tahap terakhir adalah penghitungan suara . Dari daftar pemilih 466 suara baik dari guru/karyawan dan seluruh siswa, kandidat nomor empat , Alif Yudanuar Jannata unggul dengan memperoleh 105 suara. Di urutan kedua adalah Salsa Lailatul Khasanah dengan memperoleh 69 suara. Maka diputuskan bersama bahwa mereka berdua yang menjadi Ketua OSIM  dan wakilnya.

Semoga mereka mampu mengemban amanat dengan baik dan bisa menjadi contoh yang baik pula bagi teman-teman lainnya.

 

Belajar Demokrasi Lewat Pemilihan Ketua OSIM
Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published.